|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › 353 Personel Gabungan Masih Tangani Karhutla di Muara Medak Muba,...
Regional

353 Personel Gabungan Masih Tangani Karhutla di Muara Medak Muba, Operasi Darat-Udara Diperkuat

353 Personel Gabungan Masih Tangani Karhutla di Muara Medak Muba, Operasi Darat-Udara Diperkuat

Operasi pemadaman karhutla di Desa Muara Medak, Musi Banyuasin, melibatkan 353 personel gabungan dari TNI-Polri, Manggala Agni, dan berbagai pihak. Upaya darat dan udara telah berhasil membangun sekat bakar 10 km dan menjangkau area 5.800 hektare. Pemerintah daerah direkomendasikan untuk memperkuat pencegahan dini dan sinergi lintas sektor guna menghadapi bencana serupa di masa depan.

Sebanyak 353 personel gabungan dari berbagai unsur masih dikerahkan untuk menanggulangi Kebakaran Hutan dan lahan (karhutla) di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Peristiwa Bencana ini telah berlangsung sejak 15 September 2026 dan menuntut respons cepat dari seluruh pemangku kepentingan. Tim satgas yang terintegrasi terdiri dari TNI-Polri, Manggala Agni XV/Muba, Regu Pemadam Kebakaran (RPK), Tim Reaksi Cepat (TRC), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lalan Mendis, perusahaan swasta, Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA), serta warga lokal. Operasi pemadaman dilakukan secara terpadu dengan pendekatan darat dan udara guna mengendalikan pergerakan api yang dinamis.

Operasi Pemadaman Terpadu Darat dan Udara

Pemadaman di darat mengandalkan berbagai peralatan berat dan ringan untuk membuka akses serta membangun sekat bakar. Berikut rincian sumber daya dan capaian di lapangan:

  • Puluhan unit mesin pompa bertekanan tinggi dan ratusan rol selang untuk pembasahan lahan gambut.
  • 20 unit jet shooter serta 57 unit ekskavator yang dikerahkan untuk membuka jalur logistik dan membangun sekat bakar.
  • Satu unit motor grader digunakan untuk meratakan akses jalan operasional.
  • Hingga saat ini, tim berhasil membangun sekat bakar sepanjang 10 kilometer dengan lebar 50 meter guna mengisolasi sumber api.

Sementara itu, dari sektor udara, tiga unit helikopter pengebom air (water bombing) telah melaksanakan sedikitnya 345 sorti penerbangan sejak 27 September 2026. Operasi ini bertujuan untuk memadatkan titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat serta menjaga kelembaban lahan gambut agar tidak menyala kembali.

Koordinasi Lintas Sektor dan Upaya Preventif

Kepala KPH Lalan Mendis, Amiril, menegaskan bahwa pergerakan api yang sangat dinamis di lapangan menuntut koordinasi lintas sektor yang solid. Cakupan wilayah operasi pemantauan, pembasahan, dan penyekatan oleh tim gabungan kini telah mencapai area seluas 5.800 hektare. Selain pemadaman, pihak berwenang juga masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi penyebab awal munculnya api di lokasi tersebut. Langkah ini penting untuk mencegah terulangnya Bencana serupa di masa mendatang.

Dari sisi tata kelola wilayah, penggunaan ekskavator dan motor grader dinilai efektif untuk memotong rantai pergerakan api di lahan gambut yang mudah terbakar. Manggala Agni bersama TNI-Polri terus memperkuat patroli di titik-titik rawan, terutama saat kecepatan angin meningkat. Kemampuan mobilisasi personel dan peralatan dari berbagai sektor menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

Catatan Strategis bagi Pemerintah Daerah

Penanganan karhutla di Musi Banyuasin menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan swasta. Rekomendasi untuk Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin antara lain: (1) memperkuat sistem peringatan dini berbasis cuaca dan hotspot, (2) mengalokasikan anggaran khusus untuk pembelian peralatan pemadam dan sekat bakar permanen, serta (3) meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat peduli api melalui pelatihan rutin. Dengan demikian, risiko Bencana karhutla dapat ditekan secara signifikan pada musim kemarau mendatang.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Amiril
Organisasi: TNI, Polri, Manggala Agni XV/Muba, Regu Pemadam Kebakaran, Tim Reaksi Cepat, KPH Lalan Mendis, perusahaan swasta, Kelompok Masyarakat Peduli Api
Lokasi: Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan
Berita Terkait