|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Aksi Teror di Poso: Bom Ikan Meledak di Pasar, 5 Terluka
Regional

Aksi Teror di Poso: Bom Ikan Meledak di Pasar, 5 Terluka

Aksi Teror di Poso: Bom Ikan Meledak di Pasar, 5 Terluka

Ledakan bom ikan di Pasar Inpres Poso pada 29 September 2026 melukai lima orang dan menegaskan kembali kerawanan terorisme di wilayah tersebut. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah melakukan pengamanan dan penyelidikan secara intensif. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan terorisme di Poso harus terus ditingkatkan melalui program berbasis masyarakat.

Sebuah aksi teror mengguncang Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Selasa siang, 29 September 2026. Bom ikan meledak di area parkir Pasar Inpres, Kecamatan Poso Kota, sekitar pukul 12.30 WITA, mengakibatkan lima orang luka-luka, termasuk dua anak-anak yang menderita luka ringan akibat serpihan. Kapolres Poso AKBP Andi Saputra mengonfirmasi bahwa Kepolisian Resor Poso bersama Satuan Tugas (Satgas) Tinombala masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan identitas pelaku. Peristiwa ini kembali menegaskan status Poso sebagai wilayah dengan kerawanan terorisme yang tinggi, sehingga menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Kronologi Ledakan dan Dampak Aksi Teror di Poso

Berdasarkan laporan sementara, ledakan terjadi saat pasar dalam kondisi ramai pengunjung. Berikut adalah data administratif dan indikator kerawanan yang terkait dengan peristiwa ini:

  • Lokasi kejadian: Pasar Inpres, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.
  • Waktu ledakan: Selasa, 29 September 2026, pukul 12.30 WITA.
  • Jenis bahan peledak: Bom ikan, yang lazim digunakan dalam aktivitas penangkapan ikan ilegal namun kerap dimodifikasi untuk aksi teror.
  • Korban luka: Lima orang, terdiri dari tiga orang dewasa dan dua anak-anak dengan luka ringan akibat serpihan. Korban telah mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.
  • Riwayat kerawanan: Wilayah Poso memiliki catatan panjang sebagai daerah rawan aksi terorisme dan menjadi salah satu prioritas operasi Satgas Tinombala sejak beberapa tahun terakhir.

Kapolres Poso AKBP Andi Saputra menyatakan bahwa jejak digital dan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi sedang dianalisis untuk mengidentifikasi pelaku. Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Penggunaan bom ikan dalam aksi ini menunjukkan modus operandi yang memanfaatkan bahan peledak ilegal yang mudah diperoleh di wilayah pesisir, sehingga diperlukan pengawasan lebih ketat terhadap peredaran bahan tersebut.

Upaya Pengamanan dan Respons Pemerintah Daerah

Pemerintah Daerah Kabupaten Poso bergerak cepat dengan memperketat pengamanan di titik-titik keramaian, khususnya pasar dan pusat perbelanjaan. Langkah-langkah yang diambil meliputi:

  • Peningkatan patroli gabungan antara TNI, Polri, dan Satpol PP di sekitar lokasi kejadian dan area publik lainnya.
  • Pemasangan portal dan pemeriksaan acak terhadap kendaraan yang masuk ke area pasar.
  • Sosialisasi kepada pedagang dan warga untuk melaporkan setiap benda mencurigakan kepada petugas keamanan terdekat.
  • Koordinasi dengan Satgas Tinombala untuk mempercepat proses investigasi dan mencegah kemungkinan serangan susulan.

Pj Bupati Poso, melalui Kepala Badan Kesbangpol, mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Pemerintah daerah juga memastikan bahwa pelayanan kesehatan bagi para korban telah difasilitasi sepenuhnya. Selain itu, aparat keamanan bersama pemerintah daerah terus memperkuat sistem keamanan lingkungan dan mengaktifkan posko-posko pengaduan keamanan sebagai langkah antisipatif.

Catatan strategis untuk Pemerintah Daerah: Peristiwa ini mengingatkan bahwa meskipun upaya deradikalisasi dan penegakan hukum terus dilakukan, kerentanan terhadap aksi teror di Poso masih belum sepenuhnya teratasi. Pemerintah daerah disarankan untuk mengintensifkan program pencegahan berbasis masyarakat, seperti pembentukan satuan keamanan lingkungan dan peningkatan kewaspadaan dini. Sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah harus terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah rawan terorisme. Langkah konkret seperti pengawasan peredaran bahan peledak ilegal serta pendekatan deradikalisasi yang melibatkan tokoh masyarakat dan agama perlu segera dioptimalkan.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Andi Saputra
Organisasi: Pemerintah daerah, Satgas Tinombala
Lokasi: Pasar Inpres, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Poso
Berita Terkait