Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil menangkap seorang tersangka berinisial AR (24) di Desa Beteleme, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada 30 September 2026 pukul 14.30 WITA. AR diduga berperan sebagai kurir logistik jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang masih aktif menyusun rencana serangan terhadap pos polisi di Kecamatan Poso Kota. Penangkapan ini merupakan bagian dari penguatan keamanan teritorial di wilayah rawan terorisme di Sulawesi Tengah.
Kronologi Penangkapan dan Barang Bukti yang Diamankan
Dalam operasi tersebut, Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti yang memperkuat keterlibatan AR dalam jaringan MIT. Barang bukti yang berhasil disita meliputi satu pucuk senjata api rakitan FN, 10 butir amunisi, serta dokumen rencana aksi yang menargetkan aparat keamanan di Poso Kota. Berdasarkan hasil interogasi awal, AR bertugas sebagai penghubung logistik untuk mendukung aksi teror yang direncanakan kelompok tersebut. Penemuan dokumen rencana aksi menunjukkan bahwa jaringan MIT masih memiliki niat untuk mengganggu stabilitas keamanan di Kabupaten Poso.
Respons Forkopimda dan Status Siaga di Wilayah Rawan
Menindaklanjuti penangkapan tersebut, Kapolres Poso AKBP Dwi Setyawan menyatakan bahwa status waspada siaga satu diberlakukan di tiga kecamatan yang dinilai rawan, yaitu Kecamatan Pamona Timur, Kecamatan Poso Pesisir, dan Kecamatan Lore Utara. Langkah ini diambil berdasarkan pemetaan kerawanan wilayah yang telah dilakukan secara berkala oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Poso. Adapun indikator kerawanan yang menjadi acuan meliputi:
- Riwayat konflik dan aktivitas kelompok radikal di wilayah tersebut;
- Jaringan logistik dan komunikasi yang masih terdeteksi;
- Potensi simpatisan dan sel tidur yang belum sepenuhnya terungkap.
Forkopimda Poso segera menggelar rapat koordinasi darurat pada malam hari setelah penangkapan. Dalam rapat tersebut, diputuskan untuk meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik strategis, serta meminta partisipasi aktif warga untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan. Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah memberikan apresiasi tinggi kepada Densus 88 atas keberhasilan preventif ini, yang dinilai mampu meredam potensi serangan terorisme di Poso.
Sebagai catatan strategis bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Poso, keberhasilan operasi ini perlu diikuti dengan penguatan program deradikalisasi dan pembinaan wilayah yang berkelanjutan. Selain itu, sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan teritorial harus terus diperkuat, terutama di tiga kecamatan yang telah dinyatakan dalam status siaga satu. Pemetaan kerawanan wilayah secara berkala dan pelibatan tokoh masyarakat lokal menjadi kunci utama dalam menekan potensi ancaman terorisme di Poso ke depannya.