|  Indonesia, WIB
Beranda › Nasional › Banjir Bandang Landa Kabupaten Bandung, 3 Kecamatan Terendam
Nasional

Banjir Bandang Landa Kabupaten Bandung, 3 Kecamatan Terendam

Banjir Bandang Landa Kabupaten Bandung, 3 Kecamatan Terendam

Banjir bandang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Bandung pada 9 April 2025, mengakibatkan 2.300 jiwa terdampak dan 150 rumah rusak berat. Faktor utama penyebab adalah alih fungsi lahan di hulu Sungai Citarum yang memperparah kerawanan hidrometeorologi. Pemerintah daerah telah menetapkan tanggap darurat 14 hari dan mulai melakukan evakuasi serta distribusi bantuan.

Banjir bandang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (9/4/2025) pukul 14.30 WIB, setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama enam jam tanpa henti. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat bahwa Kecamatan Cimenyan, Cilengkrang, dan Cikancung menjadi wilayah terdampak utama dengan ketinggian air mencapai satu hingga dua meter. Peristiwa ini menempatkan Kabupaten Bandung kembali dalam sorotan kerawanan bencana hidrometeorologi yang memerlukan penanganan cepat dan terpadu dari pemerintah daerah.

Analisis Kerawanan Wilayah dan Dampak Bencana

Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Bandung, banjir bandang ini mengakibatkan 2.300 jiwa terdampak dan 150 unit rumah mengalami kerusakan berat. Wilayah terdampak meliputi tiga kecamatan yang secara topografi berada di lembah dan sangat rentan terhadap banjir bandang akibat alih fungsi lahan di kawasan hulu. Indikator kerawanan tersebut diperkuat oleh fakta bahwa kawasan ini termasuk zona merah rawan banjir yang telah dipetakan oleh pemerintah provinsi. Rincian data dampak sebagai berikut:

  • Kecamatan Cimenyan: 850 jiwa terdampak, 55 rumah rusak berat.
  • Kecamatan Cilengkrang: 700 jiwa terdampak, 45 rumah rusak berat.
  • Kecamatan Cikancung: 750 jiwa terdampak, 50 rumah rusak berat.
  • Total area terdampak: sekitar 12 desa di tiga kecamatan.

Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Asep Rukmana, menyatakan bahwa faktor utama penyebab banjir bandang adalah intensitas hujan yang ekstrem dan degradasi lingkungan di daerah hulu Sungai Citarum. Alih fungsi lahan dari hutan menjadi permukiman dan pertanian intensif di Kecamatan Cimenyan dan sekitarnya telah mengurangi daya serap tanah, sehingga aliran permukaan langsung masuk ke pemukiman warga. Kondisi ini menunjukkan bahwa kerawanan bencana di wilayah Kabupaten Bandung memerlukan intervensi kebijakan tata ruang yang lebih ketat.

Respons Pemerintah Daerah dan Langkah Tanggap Darurat

Pemerintah Kabupaten Bandung melalui BPBD segera menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak hari kejadian. Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Basarnas diterjunkan untuk melakukan evakuasi warga yang masih terjebak di rumah terendam. Posko pengungsian darurat didirikan di tiga titik, yaitu di Kantor Kecamatan Cimenyan, Lapangan Cilengkrang, dan Halaman Kantor Desa Cikancung. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, dan selimut telah didistribusikan kepada para pengungsi. Dalam konferensi pers, Asep Rukmana menambahkan bahwa koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus dilakukan untuk memantau potensi hujan susulan. Selain itu, pemerintah daerah juga mulai menginventarisasi kerusakan infrastruktur seperti jembatan, irigasi, dan jalan desa yang putus akibat arus banjir. Upaya rehabilitasi awal ditargetkan selesai dalam masa tanggap darurat untuk memulihkan akses dasar warga.

Sebagai catatan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Bandung, peristiwa banjir bandang ini merupakan alarm dini untuk memperkuat sistem mitigasi berbasis tata ruang dan pengawasan alih fungsi lahan di kawasan hulu. Rekomendasi utama meliputi penerapan moratorium pembangunan di zona merah rawan banjir, percepatan normalisasi Sungai Citarum, serta pengembangan sistem peringatan dini berbasis komunitas di tiga kecamatan terdampak. Pemerintah daerah juga perlu mengintegrasikan data kerawanan bencana ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar pembangunan ke depan tidak memperparah risiko hidrometeorologi. Tanpa langkah konkret tersebut, Kabupaten Bandung akan terus menghadapi ancaman serupa setiap musim hujan dengan potensi dampak yang lebih luas.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Asep Rukmana
Organisasi: BPBD Kabupaten Bandung, TNI, Polri, Basarnas
Lokasi: Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kecamatan Cimenyan, Cilengkrang, Cikancung
Berita Terkait