|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Banjir Bandung Meluas, 5 Kecamatan Terendam
Regional

Banjir Bandung Meluas, 5 Kecamatan Terendam

Banjir Bandung Meluas, 5 Kecamatan Terendam

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Bandung, bencana banjir bandang yang dipicu meluapnya Sungai Citarum telah merendam lima kecamatan dan menyebabkan lebih dari 2.000 warga mengungsi. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Baleendah dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Pemerintah daerah telah mendirikan posko darurat, mengerahkan personel evakuasi, dan mendorong langkah strategis mitigasi bencana terpadu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melaporkan bahwa bencana banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, sejak Jumat malam, 27 September 2024. Peristiwa kebencanaan ini merendam lima kecamatan dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter di sejumlah titik, memaksa lebih dari 2.000 jiwa mengungsi akibat genangan yang meluas ke permukiman, infrastruktur publik, serta lahan pertanian. Banjir bandang dipicu oleh meluapnya Sungai Citarum setelah hujan deras dengan intensitas tinggi, diperparah oleh degradasi daerah aliran sungai (DAS) yang mengurangi kapasitas tampung air. Banjir ini mengakibatkan akses jalan di beberapa titik terputus dan aktivitas perekonomian warga terganggu. Pemerintah Kabupaten Bandung bersama jajaran TNI dan Polri langsung menerjunkan personel untuk melakukan evakuasi serta pendistribusian logistik bagi warga terdampak.

Pemetaan Kerawanan Wilayah dan Sebaran Dampak Banjir di Kabupaten Bandung

Berdasarkan pemetaan kerawanan yang dilakukan BPBD Kabupaten Bandung, sebaran banjir terkonsentrasi di daerah aliran Sungai Citarum. Data sementara menunjukkan bahwa sebagian besar pengungsi berasal dari Kecamatan Baleendah. Lima kecamatan terdampak utama meliputi:

  • Kecamatan Baleendah — menjadi pusat pengungsian dengan ketinggian air hingga 1,5 meter di permukiman bantaran sungai; posko darurat utama didirikan di wilayah ini untuk memfasilitasi distribusi bantuan dan pelayanan dasar.
  • Kecamatan Dayeuhkolot — genangan meluas hingga jalan utama dan area pertanian, mengganggu mobilitas warga dan merendam lahan produktif, sehingga berpotensi menyebabkan gagal panen.
  • Kecamatan Bojongsoang — lebih dari 500 jiwa terpaksa mengungsi akibat air yang sulit surut karena kondisi drainase yang kurang baik; sebagian besar rumah di kecamatan ini terendam.
  • Kecamatan Rancasari — hampir seluruh wilayah tergenang dan akses jalan terputus, menghambat proses evakuasi dan distribusi logistik ke lokasi terdampak.
  • Kecamatan Ciparay — banjir bandang merendam rumah dan lahan produktif, memperparah kerugian ekonomi masyarakat setempat serta memerlukan penanganan khusus pada sektor pertanian.

BPBD mencatat bahwa kondisi terparah terjadi di Kecamatan Baleendah, yang menjadi titik konsentrasi pengungsian dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter, berdampak langsung pada permukiman padat penduduk di bantaran Sungai Citarum. Proses evakuasi di wilayah ini mendapat prioritas utama karena jumlah pengungsi yang tinggi dan akses yang terbatas. Dampak kebencanaan juga dirasakan pada sektor pertanian di Kecamatan Dayeuhkolot dan Ciparay, di mana lahan produktif terendam dan mengancam hasil panen yang akan datang.

Langkah Tanggap Darurat dan Arahan Strategis bagi Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Bandung merespons cepat dengan mendirikan posko darurat di Kecamatan Baleendah untuk menampung logistik dan pelayanan dasar bagi pengungsi. Bantuan sembako, air bersih, dan obat-obatan mulai didistribusikan ke seluruh lokasi pengungsian. Personel TNI dan Polri, bersama dengan relawan, dikerahkan untuk mendukung evakuasi warga yang terjebak serta menjaga keamanan lingkungan terdampak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bahwa potensi hujan lebat masih akan berlangsung selama tiga hari ke depan, sehingga warga di bantaran Sungai Citarum diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan.

Kejadian banjir di Kabupaten Bandung ini mengindikasikan perlunya penguatan sistem mitigasi terpadu, antara lain melalui percepatan normalisasi DAS Citarum, penegakan tata ruang di bantaran sungai, dan pengembangan sistem peringatan dini berbasis komunitas yang terintegrasi dengan pemerintah desa. Pemerintah daerah diharapkan mengintegrasikan pemetaan kerawanan ke dalam perencanaan pembangunan wilayah guna meminimalisasi risiko bencana serupa di masa mendatang. Selain itu, sosialisasi kesiapsiagaan dan pelatihan evakuasi kepada masyarakat perlu diintensifkan secara berkala.

Entitas dalam Berita
Organisasi: BPBD Kabupaten Bandung, Pemerintah Kabupaten Bandung, TNI, Polri, BMKG
Lokasi: Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Rancasari, Kecamatan Ciparay, Sungai Citarum
Berita Terkait