|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah Warga di Pesisir Demak
Regional

Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah Warga di Pesisir Demak

Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah Warga di Pesisir Demak

Banjir rob setinggi 70 hingga 120 sentimeter merendam tiga kelurahan di Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, pada Kamis (3 Oktober 2024). Ratusan warga mengungsi dan BPBD Kabupaten Demak bergerak cepat dengan mendirikan dapur umum serta menyiagakan perahu karet. Peristiwa ini berdampak langsung pada stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat pesisir Demak, terutama pada sektor tambak garam dan udang.

Banjir rob setinggi 70 hingga 120 sentimeter merendam tiga kelurahan di Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, sejak pukul 05.00 WIB, Kamis (3 Oktober 2024). Peristiwa ini memaksa ratusan warga di kawasan pesisir untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak langsung bergerak dengan menyiagakan perahu karet serta mendirikan dapur umum di titik-titik pengungsian. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Demak karena berdampak langsung pada stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat pesisir Demak.

Dampak Banjir Rob dan Respons Penanganan Darurat

Banjir rob yang melanda Kecamatan Bonang tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga mengganggu aktivitas produktif warga, terutama tambak garam dan udang yang menjadi mata pencaharian utama. Berdasarkan data sementara BPBD Demak, berikut adalah wilayah terdampak dan langkah penanganan yang telah dilakukan:

  • Tiga kelurahan di Kecamatan Bonang terendam banjir rob dengan ketinggian 70 hingga 120 sentimeter.
  • Ratusan warga mengungsi di lima titik pengungsian yang tersebar di wilayah Kecamatan Bonang.
  • BPBD Kabupaten Demak mendistribusikan logistik melalui dapur umum dan menyiagakan perahu karet untuk evakuasi.
  • Tambak garam dan udang warga terendam, dengan potensi kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Kepala BPBD Demak menyatakan bahwa pihaknya terus memantau ketinggian air dan memperkuat koordinasi dengan dinas terkait. Evakuasi prioritas dilakukan terhadap kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Stabilitas wilayah menjadi fokus utama agar aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan di tengah bencana.

Faktor Penyebab dan Upaya Mitigasi Struktural

Fenomena banjir rob di Demak diperparah oleh kombinasi faktor alam dan antropogenik. Kenaikan muka air laut akibat cuaca ekstrem, ditambah sedimentasi sungai yang mengurangi kapasitas drainase, menjadi pemicu utama genangan. Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan bencana di sepanjang pesisir. Beberapa faktor yang memperparah bencana ini antara lain:

  • Kenaikan muka air laut mencapai 10–15 sentimeter di atas normal dalam sepekan terakhir.
  • Sedimentasi sungai di muara Kali Bodri dan Kali Jajar mengurangi aliran air ke laut.
  • Proyek pembangunan tanggul laut yang direncanakan sejak 2023 masih tertunda akibat kendala pembebasan lahan.

Pemerintah Kabupaten Demak berencana mempercepat realisasi proyek tanggul laut sepanjang 12 kilometer di pesisir Bonang dan sekitarnya. Langkah ini diharapkan mampu menahan intrusi air laut dan mengurangi risiko banjir rob dalam jangka panjang. Selain itu, normalisasi sungai dan pengelolaan sedimentasi juga menjadi prioritas dalam rencana mitigasi bencana daerah.

Sebagai catatan strategis, Pemerintah Kabupaten Demak disarankan segera menyelesaikan kendala administratif dan pembebasan lahan proyek tanggul laut. Penguatan sistem peringatan dini banjir rob berbasis partisipasi masyarakat juga perlu diintegrasikan dalam rencana tata ruang wilayah pesisir. Langkah-langkah ini penting untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat pesisir Demak dalam menghadapi ancaman bencana serupa di masa mendatang.

TAG: banjir rob
Entitas dalam Berita
Organisasi: BPBD Demak
Lokasi: Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah
Berita Terkait