Regional
BNPB: 15 Desa di Flores Timur Masih Terisolasi Pasca Gempa Susulan
29 September 2026, 00:00
Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur
8 views
Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan bahwa hingga Selasa, 29 September 2026, sebanyak 15 desa di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih dalam kondisi terisolasi akibat rusaknya akses jalan pasca gempa bumi susulan yang terjadi pekan lalu. Gempa berkekuatan M 5,8 yang berpusat di laut pada 24 September 2026 menyebabkan longsor dan amblasnya beberapa ruas jalan penghubung antar-desa di Kecamatan Adonara Barat, Adonara Timur, dan Wotan Ulumando. Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD setempat, dan relawan masih berusaha membuka akses dengan alat berat terbatas. Kondisi tanah yang masih labil dan potensi gempa susulan memperlambat proses perbaikan jalan. Sementara akses darat terhambat, bantuan logistik seperti beras, mie instan, air bersih, dan obat-obatan didistribusikan menggunakan kapal-kapal kecil milik nelayan dan bantuan helikopter milik TNI AU. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan bahwa selain isolasi, tim di lapangan juga memantau potensi likuifaksi di beberapa titik di pesisir. Warga di zona rawan telah diimbau untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah bersama BNPB sedang menyiapkan posko kesehatan darurat dan tenda pengungsian di lokasi-lokasi yang telah terjangkau untuk mengantisipasi kebutuhan warga terdampak yang lebih luas.
Entitas dalam Berita
Tokoh: Abdul Muhari
Organisasi: BNPB, TNI, Polri, BPBD, TNI AU
Lokasi: Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Adonara Barat, Adonara Timur, Wotan Ulumando