Pacitan, Jawa Timur – Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, untuk meninjau dampak banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan akibat curah hujan ekstrem beberapa hari terakhir. Bencana ini menyebabkan meluapnya sungai utama dan merendam permukiman warga, dengan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mencatat sedikitnya 350 rumah terendam dan lebih dari 2.500 jiwa mengungsi di sejumlah titik pengungsian. Dalam kunjungannya, Ganjar berdialog langsung dengan korban dan relawan di posko pengungsian serta mengevaluasi kerusakan infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, dan rumah tinggal. Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama BPBD dan TNI-Polri telah mengerahkan personel untuk pembersihan lumpur dan pembangunan jembatan darurat sementara.
Evaluasi Dampak dan Percepatan Penanganan Pascabencana
Ganjar dalam pernyataannya menginstruksikan percepatan pendistribusian bantuan logistik, layanan kesehatan darurat, serta penyediaan sanitasi layak di lokasi pengungsian. Ia juga menyoroti potensi munculnya penyakit pascabanjir seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang memerlukan respons cepat dari dinas kesehatan setempat. Berdasarkan data BPBD Pacitan, kerusakan infrastruktur yang tercatat antara lain:
- Ruas jalan provinsi putus di Kecamatan Nawangan dan Kecamatan Bandar;
- Jembatan gantung penghubung antar desa di Kecamatan Ngadirojo ambruk;
- Fasilitas umum seperti pasar desa dan sekolah terendam lumpur.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah mengerahkan personel untuk membersihkan lumpur dan membangun jembatan darurat guna memulihkan akses warga. Percepatan penanganan ini menjadi prioritas untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat bencana.
Pemetaan Kerawanan dan Mitigasi Jangka Panjang
Lebih lanjut, Ganjar menekankan pentingnya kajian ulang dan pemetaan kerawanan bencana berbasis ekosistem daerah. Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi jangka panjang melalui berbagai langkah strategis:
- Normalisasi aliran sungai di daerah hulu yang mengalami sedimentasi berat;
- Reboisasi lahan kritis di kawasan tangkapan air, khususnya di Kecamatan Punung dan Tegalombo;
- Sosialisasi dan pemasangan sistem peringatan dini banjir berbasis komunitas di bantaran sungai dan daerah rawan longsor.
Dia mengingatkan bahwa Pacitan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur dengan indeks kerawanan bencana tinggi, terutama terhadap banjir bandang dan tanah longsor. Oleh karena itu, integrasi mitigasi ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menjadi krusial agar respons terhadap bencana tidak hanya bersifat reaktif, melainkan preventif dan terencana.
Catatan strategis: Pemerintah Kabupaten Pacitan diharapkan segera menyusun dokumen peta rawan bencana yang diperbarui dan mengalokasikan anggaran khusus untuk normalisasi sungai serta penguatan infrastruktur penahan air di wilayah hulu. Sinergi antara pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan komunitas lokal perlu diperkuat untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.