|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Gempa Vulkanik Gunung Lokon Mendadak Meningkat, Warga Diingatkan...
Regional

Gempa Vulkanik Gunung Lokon Mendadak Meningkat, Warga Diingatkan Soal Ini

Gempa Vulkanik Gunung Lokon Mendadak Meningkat, Warga Diingatkan Soal Ini

PGA Lokon mencatat lonjakan gempa vulkanik dangkal di Gunung Lokon, Kota Tomohon, Sulut, pada 25 September 2026 dengan total 25 kali gempa vulkanik dangkal. Status gunung api masih berada di Level II (Waspada), namun rekomendasi larangan mendekati area berbahaya telah dikeluarkan. Pemerintah daerah diminta memperkuat mitigasi bencana di tiga kecamatan rawan terdampak.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lokon melaporkan lonjakan signifikan aktivitas kegempaan vulkanik dangkal di Gunung Lokon yang secara administratif berada di wilayah Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Berdasarkan data pemantauan pada 25 September 2026, terekam sebanyak 25 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo berkisar 2–7 milimeter, 9 kali gempa embusan, serta 8 kali gempa tektonik jauh. Ketua PGA Lokon, Armando Manguleh, mengonfirmasi peningkatan ini merupakan bagian dari fluktuasi alami aktivitas magmatik yang masih berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi erupsi freatik maupun magmatik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Peningkatan Aktivitas Vulkanik dan Rekomendasi Kewaspadaan

Saat ini Gunung Api Lokon berada pada status Level II (Waspada) berdasarkan penetapan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Meskipun belum mencapai level Siaga, peningkatan frekuensi gempa vulkanik dangkal menandakan adanya pergerakan magma di kedalaman dangkal yang berpotensi memicu erupsi. Oleh karena itu, PGA Lokon mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat dan wisatawan:

  • Dilarang mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan, zona pusat aktivitas vulkanik Gunung Lokon.
  • Jika terjadi hujan abu akibat letusan, masyarakat diminta tetap berada di dalam rumah atau gedung.
  • Apabila terpaksa berada di luar ruangan, wajib menggunakan masker, kacamata pelindung, dan penutup hidung untuk mencegah gangguan pernapasan serta iritasi mata.
  • Pemerintah Kota Tomohon bersama BPBD setempat diimbau untuk mengaktifkan kembali pos koordinasi siaga bencana guna memastikan kesiapsiagaan masyarakat di lereng gunung api.

Kronologi Status Gunung Lokon dan Implikasi bagi Pemerintah Daerah

Gunung Lokon telah mengalami perubahan status yang dinamis dalam dua tahun terakhir. Pada 3 September 2025, Badan Geologi menaikkan status dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) menyusul peningkatan aktivitas seismik dan deformasi. Status Siaga tersebut bertahan hingga 25 Oktober 2025, lalu diturunkan kembali ke Level II setelah aktivitas vulkanik relatif mereda. Lonjakan gempa vulkanik dangkal pada September 2026 ini menjadi sinyal awal potensi peningkatan kembali ke Level Siaga apabila frekuensi dan amplitudo terus bertambah. Pemerintah daerah perlu mencermati pola periodik aktivitas vulkanik ini sebagai dasar mitigasi bencana berkelanjutan. Langkah strategis yang direkomendasikan meliputi:

  • Memperkuat sistem peringatan dini berbasis komunitas di tiga kecamatan rawan terdampak: Kecamatan Tomohon Barat, Tomohon Selatan, dan Tomohon Timur.
  • Menyiapkan jalur evakuasi dan tempat pengungsian sementara yang memadai untuk menampung lebih dari 10.000 jiwa yang bermukim di radius bahaya.
  • Melakukan sosialisasi rutin mengenai tata cara evakuasi dan penggunaan alat pelindung diri saat terjadi hujan abu vulkanik.

Sebagai catatan strategis bagi Pemerintah Kota Tomohon dan jajaran terkait, peningkatan aktivitas gunung api ini tidak boleh direspons secara parsial. Koordinasi lintas instansi antara BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta aparatur kecamatan dan kelurahan harus diperkuat sejak dini. Selain itu, pemantauan berkelanjutan terhadap data seismik dan deformasi dari PGA Lokon perlu dijadikan rujukan utama dalam pengambilan keputusan. Dengan langkah mitigasi yang terukur dan partisipasi aktif masyarakat, dampak risiko bencana di kawasan Gunung Lokon dapat ditekan seminimal mungkin.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Armando Manguleh
Organisasi: Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lokon, Badan Geologi Kementerian ESDM
Lokasi: Gunung Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Kawah Tompaluan
Berita Terkait