Kecelakaan laut terjadi pada pukul 07.30 WIT di perairan Kepulauan Selayur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. KM Pelni Dorolonda yang berlayar dari Ambon menuju Tual dilaporkan tenggelam setelah dihantam ombak setinggi 4 meter. Peristiwa ini terjadi sekitar 2 mil dari Pelabuhan Selayur, memicu respons cepat dari berbagai instansi terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang langsung membuka posko darurat di pelabuhan setempat.
Analisis Kerawanan Wilayah dan Faktor Penyebab Kecelakaan
Berdasarkan laporan awal Basarnas Maluku, faktor utama yang memicu kecelakaan kapal ini adalah cuaca buruk dengan kecepatan angin mencapai 35 knot dan ombak setinggi 4 meter. Kondisi ini termasuk dalam kategori berbahaya untuk pelayaran, terutama di perairan terbuka Kepulauan Selayur yang dikenal memiliki dinamika cuaca ekstrem. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan nelayan setempat dikerahkan untuk melakukan pencarian di radius 10 mil laut. Berikut rincian data korban dan lokasi kejadian:
- Total penumpang KM Pelni Dorolonda: 187 orang.
- Jumlah penumpang selamat: 152 orang.
- Jumlah penumpang luka-luka: 12 orang.
- Jumlah penumpang dinyatakan hilang: 23 orang.
- Lokasi kecelakaan: 2 mil dari Pelabuhan Selayur, Kepulauan Selayur, Kabupaten Maluku Tenggara.
Kepulauan Selayur sebagai bagian dari wilayah Kabupaten Maluku Tenggara memiliki tantangan geografis berupa perairan dalam dan arus kuat, yang menjadi catatan penting dalam pemetaan kerawanan wilayah pelayaran.
Respons Pemerintah Daerah dan Langkah Strategis Pasca-Kecelakaan
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara segera merespons insiden ini dengan membuka posko darurat di Pelabuhan Selayur. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi dan koordinasi bagi keluarga korban serta mendukung proses evakuasi dan pencarian. Sementara itu, Menteri Perhubungan RI menginstruksikan investigasi menyeluruh oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap detail penyebab tenggelamnya KM Pelni Dorolonda. Sebagai langkah antisipasi, jalur pelayaran Ambon-Tual sementara dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Langkah ini merupakan kebijakan strategis untuk memastikan keselamatan pelayaran di tengah kondisi cuaca yang belum stabil. Pemerintah daerah bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat juga melakukan evaluasi terhadap prosedur keselamatan kapal-kapal yang melintasi rute tersebut.
Catatan Strategis untuk Pemerintah Daerah: Insiden kecelakaan kapal Pelni di perairan Kepulauan Selayur ini menegaskan pentingnya penguatan sistem peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah perairan Maluku. Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) perlu meningkatkan frekuensi pembaruan informasi cuaca maritim yang akurat dan tepat waktu. Selain itu, audit keselamatan secara berkala terhadap armada kapal yang beroperasi di jalur rawan seperti Ambon-Tual wajib dilaksanakan. Pengembangan infrastruktur pelabuhan yang dilengkapi dengan shelter darurat juga menjadi rekomendasi strategis untuk mengurangi risiko korban jiwa apabila terjadi kondisi darurat serupa di masa mendatang. Kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi laut daerah untuk memastikan keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama.