|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Kebakaran Hutan di Kalimantan Barat Meluas, Kabupaten Ketapang Te...
Regional

Kebakaran Hutan di Kalimantan Barat Meluas, Kabupaten Ketapang Terparah

Kebakaran Hutan di Kalimantan Barat Meluas, Kabupaten Ketapang Terparah

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat meluas, dengan Kabupaten Ketapang sebagai wilayah terparah seluas 5.000 hektar. Sebaran titik panas terkonsentrasi di Kecamatan Kendawangan, Sandai, dan Simpang Dua, mengganggu penerbangan di Bandara Supadio. Pemerintah daerah mengaktifkan satgas dan mengerahkan water bombing untuk penanganan cepat.

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat (Kalbar) meluas secara signifikan akibat musim kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah provinsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mencatat Kabupaten Ketapang sebagai wilayah terdampak terparah, dengan luas lahan terbakar mencapai 5.000 hektar hingga 28 September 2026. Sebaran titik panas terkonsentrasi di Kecamatan Kendawangan, Sandai, dan Simpang Dua, serta kepulan asap telah mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Supadio, Pontianak. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan pemerintah kabupaten/kota di wilayah tersebut.

Pemetaan Sebaran Titik Panas dan Wilayah Terdampak

Berdasarkan pemantauan BPBD Kalimantan Barat, sebaran titik panas terkonsentrasi di wilayah selatan provinsi, khususnya Kabupaten Ketapang. Hingga 28 September 2026, luas lahan terbakar di kabupaten tersebut mencapai 5.000 hektar. Wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi yang memerlukan pengawasan ketat meliputi:

  • Kecamatan Kendawangan: salah satu lokasi dengan konsentrasi titik panas tertinggi di Kabupaten Ketapang.
  • Kecamatan Sandai: salah satu lokasi dengan konsentrasi titik panas tertinggi yang memerlukan pengawasan ketat.
  • Kecamatan Simpang Dua: salah satu lokasi dengan konsentrasi titik panas tertinggi yang memerlukan pengawasan ketat.

Kebakaran hutan dan lahan di Kalbar tidak hanya merusak kawasan hutan, tetapi juga mengancam satwa endemik serta ekosistem lahan gambut. Lahan gambut yang terbakar sulit dipadamkan karena api dapat menjalar di bawah permukaan, berpotensi menimbulkan emisi karbon besar dan asap tebal. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak, termasuk sektor penerbangan yang mencatat gangguan visibilitas di Bandara Supadio.

Upaya Penanganan dan Dukungan Pusat

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengaktifkan satgas darat dan udara untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan. Manggala Agni diterjunkan ke lokasi yang sulit dijangkau. Koordinasi antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten, TNI/Polri, dan Manggala Agni terus dilakukan untuk memastikan pemadaman berjalan efektif. Sementara itu, tiga helikopter patroli dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikerahkan untuk melakukan water bombing di titik-titik api. Pemerintah Provinsi Kalbar juga meminta dukungan pusat untuk melaksanakan modifikasi cuaca guna mempercepat hujan buatan, mengingat musim kemarau diprediksi masih berlanjut dan risiko perluasan kebakaran hutan di Kalbar masih tinggi.

Sebagai catatan strategis, Pemerintah Daerah perlu memperkuat koordinasi lintas instansi dan meningkatkan upaya pencegahan berbasis masyarakat. Pemetaan wilayah rawan kebakaran hutan, khususnya di Kabupaten Ketapang, harus diperbarui secara berkala agar langkah mitigasi berjalan efektif. Penguatan pos komando lapangan serta edukasi mengenai larangan membakar lahan menjadi langkah penting untuk mencegah meluasnya karhutla di Kalimantan Barat.

Entitas dalam Berita
Organisasi: BPBD Kalbar, Manggala Agni, BNPB, Pemprov Kalbar
Lokasi: Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang, Kecamatan Kendawangan, Sandai, Simpang Dua, Bandara Supadio, Pontianak
Berita Terkait