Sebanyak tiga personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, gugur dalam tugas setelah mengalami kecelakaan maut pada Selasa, 29 September 2026, sekitar pukul 14.40 Wita. Insiden terjadi di ruas jalan raya Kampung Ujung Batu, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Labakkang, saat satu unit truk tangki pemadam kebakaran bermuatan penuh air menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Labakkang. Kendaraan kehilangan kendali hingga terguling dua kali, mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka. Peristiwa ini menambah catatan kelam dalam operasi penanggulangan bencana di daerah tersebut.
Kronologi Kecelakaan dan Identitas Korban
Berdasarkan laporan lapangan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pangkep, truk tangki pemadam kebakaran yang membawa tujuh personel melaju dari posko menuju titik api karhutla. Setelah melintasi lampu merah Labakkang, kendaraan tiba-tiba kehilangan kendali di area Kampung Ujung Batu. Muatan air penuh yang mencapai kapasitas maksimal diduga menjadi faktor pemicu tergulingnya kendaraan sejauh dua kali putaran. Tiga petugas yang gugur adalah:
- Ince Irwan Nurdin – Komandan Pleton (Danton)
- Rusman Hadi – Personel regu pemadam
- Jamaluddin (32) – Personel regu pemadam
Empat petugas lainnya saat ini menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat. Seluruh korban merupakan personel aktif yang sedang menjalankan tugas penanganan bencana karhutla, yang memang kerap memerlukan mobilitas cepat dan peralatan berat seperti mobil tangki air. Kecelakaan ini menyoroti kerentanan operasional aparatur penanggulangan bencana di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Risiko Operasional dan Implikasi bagi Penanggulangan Bencana Daerah
Kecelakaan ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi petugas penanggulangan bencana, khususnya dalam operasi pemadaman karhutla di wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Kondisi darurat menuntut respons cepat, namun aspek keselamatan pada mobilitas kendaraan tangki dengan beban penuh seringkali menjadi tantangan tersendiri. Kehilangan tiga personel sekaligus merupakan pukulan berat bagi kapasitas operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan setempat, yang sudah menghadapi beban tugas tinggi selama musim kemarau. Beberapa faktor risiko yang perlu dicatat meliputi:
- Muatan air penuh yang mempengaruhi stabilitas kendaraan di tikungan dan jalan menanjak
- Kebutuhan akan respons cepat yang berpotensi mengabaikan prosedur keselamatan
- Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Labakkang yang belum sepenuhnya memadai untuk kendaraan berat
Pemerintah daerah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan dan kondisi kendaraan dinas. Untuk itu, diperlukan langkah strategis dari pemerintah daerah guna meningkatkan keselamatan petugas di lapangan. Beberapa rekomendasi mencakup audit menyeluruh terhadap kondisi armada pemadam, prosedur operasi standar (SOP) pengemudian kendaraan tangki di jalan raya, serta pelatihan berkala bagi pengemudi dan kru. Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan juga perlu mengevaluasi rute menuju lokasi bencana yang rawan kecelakaan, serta menyediakan perlengkapan keselamatan tambahan seperti alat komunikasi darurat dan sistem pengereman yang lebih baik. Dengan langkah ini, diharapkan risiko kecelakaan serupa dapat diminimalkan, dan petugas penanggulangan bencana dapat menjalankan tugas dengan lebih aman.