Pasukan gabungan TNI dari Satgas Rajawali V Koops Habema dan Satgas Yonif Marinir melaksanakan operasi militer di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, yang berujung pada kontak senjata dengan kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Jaya. Operasi yang berlangsung di kawasan hutan bagian utara Distrik Aifat ini berhasil menggerebek persembunyian kelompok pimpinan Manfret Fatem sebelum keterangan resmi disampaikan pada 4 Oktober 2026. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III), Letjen TNI Lucky Avianto, mengonfirmasi bahwa dua anggota kelompok bersenjata tewas dalam pengembangan operasi tersebut.
Kronologi Operasi dan Hasil Kontak Senjata
Operasi di bawah kendali Kogabwilhan III ini digelar sebagai bagian dari penegakan keamanan teritorial di wilayah Papua Barat Daya. Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, operasi kali ini melibatkan penyisiran intensif dengan dukungan teknologi termal untuk mengamati pergerakan kelompok sasaran dalam kondisi gelap. Pasukan gabungan TNI menyisir area hutan di Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, hingga akhirnya terjadi kontak senjata dengan kelompok TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Jaya.
Dari hasil operasi, dua anggota kelompok bersenjata tewas dan teridentifikasi sebagai:
- Arso Aisnak – Komandan Komando Wilayah Pertahanan II Kodap IV Sorong Raya;
- Yohanes KY – Komandan Batalyon Karef Hamit Kodap IV Sorong Raya.
Panglima Kogabwilhan III menyebut keduanya sebagai eksekutor dalam kelompok bersenjata tersebut. Meski demikian, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai dampak operasi terhadap warga sipil di sekitar lokasi maupun perkembangan pengamanan pasca kontak senjata.
Indikator Kerawanan dan Implikasi bagi Pemerintah Daerah
Lokasi operasi di Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, menegaskan kembali bahwa sebagian wilayah Papua Barat Daya masih memiliki indikator kerawanan keamanan teritorial. Kelompok TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Jaya yang dipimpin Manfret Fatem menjadi salah satu aktor gangguan yang selama ini menjadi perhatian aparat keamanan. Operasi ini dilaksanakan untuk menekan pergerakan kelompok bersenjata sekaligus mengamankan wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten Maybrat.
Beberapa indikator yang dapat dicermati dari peristiwa ini adalah:
- Wilayah operasi berada di kawasan hutan bagian utara Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya;
- Sasaran operasi adalah kelompok TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Jaya di bawah pimpinan Manfret Fatem;
- Kontak senjata terjadi saat pasukan melakukan penggerebekan persembunyian kelompok;
- Dua tokoh penting kelompok bersenjata tewas, yaitu Arso Aisnak dan Yohanes KY.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Maybrat dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk memperkuat koordinasi dengan Kogabwilhan III serta satuan tugas TNI di lapangan. Pendekatan keamanan melalui operasi militer perlu diimbangi dengan program percepatan pembangunan dan pelayanan publik di Distrik Aifat agar kelompok bersenjata tidak kembali mendapatkan ruang gerak. Selain itu, diperlukan langkah-langkah pemulihan keamanan dan komunikasi sosial dengan masyarakat setempat pasca kontak senjata, sehingga stabilitas teritorial dapat segera pulih.