|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Terapkan Manajemen Risiko Bencana, Pemda Bandung Wilayah Sesar Le...
Regional

Terapkan Manajemen Risiko Bencana, Pemda Bandung Wilayah Sesar Lembang Diuji Kesiapan

Terapkan Manajemen Risiko Bencana, Pemda Bandung Wilayah Sesar Lembang Diuji Kesiapan

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar simulasi penanggulangan gempa akibat pergerakan Sesar Lembang pada 28 September 2026, melibatkan BPBD, TNI, Polri, dan relawan. Tiga kecamatan di zona bahaya tinggi (Lembang, Cisarua, Parongpong) menjadi fokus dengan 57 titik evakuasi dan 12 jalur penyelamatan. Hasil evaluasi simulasi akan dilaporkan ke Kemendagri sebagai bagian dari mitigasi bencana daerah.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar simulasi penanggulangan bencana gempa bumi akibat pergerakan Sesar Lembang pada Senin, 28 September 2026, di Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang. Kegiatan ini merupakan uji coba rencana kontingensi yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), serta relawan setempat. Simulasi menggunakan peta kerawanan terbaru berbasis skenario gempa magnitudo 6,8 yang mengancam kawasan Bandung Barat, sekaligus menjadi indikator kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana seismik di wilayah Sesar Lembang.

Pemetaan Kerawanan dan Zonasi Bahaya Sesar Lembang

Berdasarkan data yang digunakan dalam simulasi, tiga kecamatan di Kabupaten Bandung Barat dinyatakan berada dalam zona bahaya tinggi akibat aktivitas Sesar Lembang, yaitu Kecamatan Lembang, Cisarua, dan Parongpong. Peta kerawanan yang diujikan telah diperbarui dengan model terkini dari BNPB guna memastikan kesesuaian data topografi dan demografi. Untuk memperkuat kesiapsiagaan di tingkat desa, perangkat desa di ketiga kecamatan telah dilatih menggunakan aplikasi informasi bencana bernama Singo Buanasatria. Aplikasi ini dirancang untuk mempercepat penyebaran informasi peringatan dini sekaligus memandu jalur evakuasi. Unsur-unsur yang diaktifkan selama simulasi meliputi:

  • 57 titik evakuasi yang tersebar di zona rawan sebagai lokasi aman bagi warga;
  • 12 jalur penyelamatan yang menghubungkan titik evakuasi dengan pemukiman warga;
  • Ronda malam oleh masyarakat sebagai sistem peringatan dini sederhana berbasis kearifan lokal.

Evaluasi Kesiapsiagaan dan Anggaran Penanggulangan

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie, yang memantau langsung jalannya simulasi menegaskan bahwa prosedur kesiapsiagaan ini harus diperbarui setiap enam bulan. Pembaruan tersebut dinilai penting mengingat pergerakan Sesar Lembang terus dipantau dan dapat mengalami perubahan dinamika. Dalam sambutannya, ia juga menyatakan akan mengajukan anggaran untuk menambah sepuluh unit sirine di zona rawan kecamatan guna melengkapi sistem peringatan dini yang telah ada. Kegiatan simulasi dan pemetaan kerawanan ini sejalan dengan program prioritas Kabupaten Tangguh Bencana dari BNPB. Hasil evaluasi simulasi akan dikompilasi oleh BPBD dan dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri pada pekan pertama Oktober 2026 sebagai bagian dari laporan mitigasi bencana daerah.

Secara keseluruhan, pelibatan unsur multipihak dalam simulasi ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam menghadapi potensi gempa Sesar Lembang. Koordinasi lintas sektor yang melibatkan aparatur desa, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun ketangguhan wilayah. Evaluasi berkala terhadap prosedur dan pemutakhiran data kerawanan harus terus dilakukan agar respons terhadap bencana dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah perlu mengintegrasikan data dari aplikasi Singo Buanasatria dengan sistem informasi geospasial daerah guna memperkuat akurasi pemetaan jalur evakuasi dan titik kumpul. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa melalui pelatihan rutin dan simulasi berkala menjadi investasi jangka panjang yang krusial. Dengan langkah-langkah tersebut, kesiapsiagaan menghadapi gempa Sesar Lembang di Bandung Barat diharapkan dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Jeje Ritchie
Organisasi: Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, BPBD, TNI, Polri, PMI, BNPB, Kemendagri
Lokasi: Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Lembang, Desa Jayagiri, Cisarua, Parongpong, Sesar Lembang
Berita Terkait