|  Indonesia, WIB
Beranda › Perspektif › TNI Kerahkan 500 Personel Operasi Pamrahwan di Perbatasan RI-Mala...
Perspektif

TNI Kerahkan 500 Personel Operasi Pamrahwan di Perbatasan RI-Malaysia Kalimantan Barat

TNI Kerahkan 500 Personel Operasi Pamrahwan di Perbatasan RI-Malaysia Kalimantan Barat

Kodam XII/Tanjungpura mengerahkan 500 personel TNI untuk Operasi Pamrahwan selama 30 hari di perbatasan Indonesia-Malaysia, Kalimantan Barat, dengan fokus di Entikong dan Badau. Operasi ini menargetkan penyelundupan senjata, narkoba, dan barang ilegal serta telah mengamankan tiga warga Malaysia ilegal dan satu truk sembako. Dukungan penuh dari pemerintah daerah Sanggau dan Kapuas Hulu menjadi kunci penguatan keamanan teritorial di wilayah perbatasan.

Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura (Kodam XII/Tpr) resmi mengerahkan 500 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamrahwan) di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, Kalimantan Barat. Operasi ini dimulai pada Senin, 7 April 2025, dan akan berlangsung selama 30 hari ke depan, hingga 6 Mei 2025. Dua titik utama yang menjadi fokus pengamanan adalah Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, dan Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Iwan Setiawan, menyatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk mengamankan pos lintas batas ilegal serta mencegah penyelundupan senjata, narkoba, dan barang ilegal lainnya, sekaligus memperkuat keamanan teritorial di wilayah perbatasan. Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Kapuas Hulu telah diberikan untuk menjaga stabilitas keamanan teritorial di Kalimantan Barat.

Mobilisasi Personel dan Titik Rawan Perbatasan

Pengamanan perbatasan di Kalimantan Barat merupakan prioritas dalam menjaga kedaulatan wilayah dan keamanan teritorial. Berikut adalah rincian data wilayah operasi dan indikator kerawanan yang diidentifikasi oleh TNI:

  • Lokasi Operasi: Kecamatan Entikong (Kabupaten Sanggau) dan Kecamatan Badau (Kabupaten Kapuas Hulu).
  • Jumlah Personel: 500 personel TNI dari Kodam XII/Tanjungpura.
  • Durasi Operasi: 7 April hingga 6 Mei 2025.
  • Titik Rawan Lintas Batas Ilegal: Nanga Badau dan Sekayam, yang sering digunakan sebagai jalur masuk ilegal dari Malaysia.
  • Jenis Pelanggaran yang Ditargetkan: Penyelundupan senjata, narkoba, barang ilegal, serta masuknya warga tanpa dokumen resmi.

Pangdam Iwan menegaskan bahwa patroli di dua titik rawan tersebut akan diperketat selama operasi. Peta kerawanan yang telah disusun sebelumnya menjadi acuan dalam penempatan personel dan logistik di lapangan. Dengan adanya Operasi Pamrahwan ini, diharapkan aktivitas ilegal di perbatasan dapat diminimalisir secara signifikan.

Hasil Patroli dan Dukungan Pemerintah Daerah

Dalam dua pekan terakhir sebelum operasi resmi dimulai, patroli TNI telah menunjukkan hasil nyata. Sebanyak tiga warga negara Malaysia yang masuk tanpa visa resmi berhasil diamankan di sekitar area perbatasan. Selain itu, satu unit truk yang mengangkut sembako ilegal juga berhasil digagalkan. Penindakan ini menunjukkan efektivitas pengamanan teritorial di daerah rawan dan menjadi landasan bagi operasi skala lebih besar.

Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Kapuas Hulu menyatakan dukungan penuh terhadap Operasi Pamrahwan. Bupati Sanggau dan Kapuas Hulu menyebutkan bahwa sinergi antara TNI dan pemerintah daerah sangat penting untuk memutus rantai penyelundupan dan menjaga stabilitas wilayah. Dukungan logistik dan koordinasi dengan instansi terkait, seperti Bea Cukai dan Imigrasi, telah disiapkan untuk memperkuat operasi. Keterlibatan aktif pemerintah daerah ini menjadi kunci dalam menjaga keamanan teritorial jangka panjang di Kalimantan Barat.

Sebagai catatan strategis, keberhasilan Operasi Pamrahwan ini sangat bergantung pada konsistensi patroli, penguatan pos perbatasan, dan peningkatan kesadaran masyarakat setempat. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk perawatan infrastruktur pos lintas batas serta program pemberdayaan ekonomi sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap jalur ilegal. Rekomendasi ini sejalan dengan upaya menjaga keamanan teritorial jangka panjang di Kalimantan Barat dan memperkuat kedaulatan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Iwan Setiawan
Organisasi: Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, TNI, Pemerintah Kabupaten Sanggau, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu
Lokasi: Indonesia, Malaysia, Kalimantan Barat, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Nanga Badau, Sekayam
Berita Terkait