|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Waspada! Lava Pijar Karangetang Meluncur 1 Km ke 7 Kali di Sitaro
Regional

Waspada! Lava Pijar Karangetang Meluncur 1 Km ke 7 Kali di Sitaro

Waspada! Lava Pijar Karangetang Meluncur 1 Km ke 7 Kali di Sitaro

PVMBG melaporkan peningkatan aktivitas Gunung Karangetang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, dengan guguran lava pijar mencapai 1.000 meter menuju tujuh aliran sungai. Status Level II (Waspada) masih diberlakukan, dengan rekomendasi larangan aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dan perluasan sektoral hingga 2,5 kilometer. Pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi, sosialisasi evakuasi, dan kesiapsiagaan jangka panjang menghadapi potensi bencana geologi lanjutan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) melaporkan peningkatan aktivitas Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan pengamatan periode 29 September 2026, guguran lava pijar tercatat meluncur sejauh 500 hingga 1.000 meter menuju tujuh aliran sungai (kali). Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menetapkan status Level II (Waspada) pada gunung api tersebut, sehingga diperlukan kewaspadaan tinggi dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Pemetaan Wilayah Terdampak dan Radius Aman

Pengamatan visual dan instrumental menunjukkan guguran dari kawah utara mengalir ke sektor selatan sejauh sekitar 700 meter. Sementara itu, luncuran lava ke arah barat dan barat daya mengarah ke sejumlah aliran sungai yang menjadi jalur potensial aliran material vulkanik. Wilayah yang perlu mendapat perhatian serius meliputi:

  • Kali Pangi
  • Kinali
  • Sumpihi
  • Kiawang

Merespons kondisi ini, Badan Geologi Kementerian ESDM mengeluarkan rekomendasi resmi yang melarang warga dan pengunjung melakukan pendekatan serta aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari puncak Kawah Dua (utara) dan kawah utama di selatan. Untuk mengantisipasi perluasan dampak, area sektoral ke arah selatan dan barat daya diberlakukan pembatasan hingga 2,5 kilometer. Langkah ini diambil sebagai bagian dari mitigasi risiko guguran lava dan potensi awan panas yang dapat mengancam permukiman.

Potensi Ancaman dan Langkah Mitigasi Bencana

Masyarakat diimbau mewaspadai potensi guguran material vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Hal ini mengingat tumpukan lava lama di sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya masih dalam kondisi tidak stabil. Pengamatan PGA juga mencatat asap kawah berwarna putih, kelabu, hingga cokelat dengan ketinggian 10–700 meter di atas permukaan kawah. Dinamika tersebut menunjukkan bahwa aktivitas magmatik di bawah permukaan masih berlangsung dan berisiko memicu bencana geologi lanjutan, termasuk potensi lahar dingin saat hujan deras di puncak.

Pemerintah Kabupaten Sitaro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos PGA untuk memperbarui informasi secara berkala. Sosialisasi jalur evakuasi dan penyediaan pos pengungsian sementara menjadi prioritas utama dalam menghadapi potensi eskalasi aktivitas Gunung Karangetang. Selain itu, pemantauan terhadap aliran sungai yang berhulu di puncak gunung api perlu dilakukan secara intensif, terutama saat terjadi hujan di puncak yang dapat memicu lahar dingin.

Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah kesiapsiagaan jangka menengah dan panjang. Pendirian pos pemantauan terpadu, pelatihan evakuasi bagi warga di zona rawan, serta penguatan kapasitas relawan kebencanaan menjadi langkah konkret yang dapat direkomendasikan. Kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan Badan Geologi juga diperlukan untuk memastikan kebijakan mitigasi berbasis data dapat dilaksanakan secara efektif dalam menghadapi ancaman gunung api di Sulawesi Utara ini.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), Badan Geologi Kementerian ESDM
Lokasi: Sitaro, Sulawesi Utara, Gunung Karangetang, Kali Pangi, Kinali, Sumpihi, Kiawang
Berita Terkait