|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Waduk di Wonogiri Dibuka, Warga Sepanjang Bengawan Solo Diminta S...
Regional

Waduk di Wonogiri Dibuka, Warga Sepanjang Bengawan Solo Diminta Siaga

Waduk di Wonogiri Dibuka, Warga Sepanjang Bengawan Solo Diminta Siaga

Bendungan Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah, melepaskan air dengan debit 150 m³/detik ke Sungai Bengawan Solo akibat volume tampungan mendekati kapasitas penuh. BPBD Jawa Timur telah mengeluarkan status siaga bagi pemerintah kabupaten/kota di sepanjang aliran sungai, terutama Bojonegoro, Ngawi, dan Lamongan, mengingat potensi genangan di permukiman rendah dalam 12-24 jam ke depan.

Pengelola Bendungan Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, melaksanakan pelepasan air melalui tiga pintu secara simultan pada Kamis, 5 Juni 2026, pukul 13.00 WIB. Operasi ini dilaksanakan menyusul volume tampungan waduk yang telah mencapai 98% kapasitas maksimal akibat intensitas hujan tinggi di daerah tangkapan air selama tiga hari berturut-turut. Debit pelepasan air ditetapkan sebesar 150 meter kubik per detik yang dialirkan langsung ke alur Sungai Bengawan Solo. Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur telah mengeluarkan surat peringatan siaga kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di wilayah aliran sungai tersebut.

Pemetaan Kerawanan dan Distribusi Peringatan Daerah Aliran Sungai

Berdasarkan analisis risiko wilayah, Pusdalops BPBD Jawa Timur telah mengidentifikasi sejumlah daerah administratif dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap limpasan air dari operasi bendungan di hulu. Peringatan siaga resmi disampaikan kepada pemerintah daerah di sepanjang aliran Bengawan Solo, dengan fokus pada wilayah yang secara historis terdampak luapan. Koordinasi terpusat ini mencakup daerah dari Kabupaten Bojonegoro hingga Kota Surabaya. Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai, terutama di beberapa titik rawan, telah menerima imbauan khusus dari otoritas lokal. Wilayah-wilayah tersebut meliputi:

  • Kecamatan Ngawi di Kabupaten Ngawi
  • Beberapa kecamatan di Kabupaten Bojonegoro
  • Kawasan bantaran di Kabupaten Lamongan
Imbauan utama kepada warga adalah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan segera memindahkan barang berharga serta dokumen penting ke lokasi yang lebih tinggi.

Kesiapsiagaan Daerah dan Data Historis Ancaman Banjir

Menanggapi eskalasi ancaman, BPBD di tingkat kabupaten/kota sepanjang Bengawan Solo telah mengaktivasi langkah-langkah antisipatif. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  • Pembentukan dan pengaktifan posko pantau di titik-titik rawan yang telah dipetakan sebelumnya.
  • Pengerahan tim reaksi cepat dan peralatan pendukung di lokasi strategis.
  • Peningkatan intensitas koordinasi antar-posko dan dengan pusat kendali di Provinsi Jawa Timur.
Data historis operasi pelepasan air dari Bendungan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, menunjukkan pola yang konsisten. Pelepasan dengan debit sekitar 150 meter kubik per detik berpotensi menyebabkan genangan di area permukiman rendah di daerah hilir dalam kurun waktu 12 hingga 24 jam pasca pembukaan pintu. Untuk mengantisipasi penumpukan debit di hilir, koordinasi teknis telah dilakukan dengan pengelola infrastruktur pengendali air lainnya, termasuk operator Bendungan Karangkates, guna mengatur aliran bertahap dan meminimalkan dampak.

Dari perspektif pengelolaan wilayah dan penanggulangan bencana, kejadian ini menyoroti pentingnya sinergi data dan komunikasi operasional antar-provinsi, khususnya antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, dalam mengelola sumber daya air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. Pembukaan pintu bendungan sebagai langkah preventif di hulu harus selalu disertai dengan waktu tanggap (lead time) yang memadai bagi daerah hilir untuk menyiapkan mitigasi. Pemerintah daerah di sepanjang aliran disarankan untuk memperkuat dan memperbarui secara rutin peta kerawanan berbasis data real-time serta mensimulasikan skenario respons terhadap berbagai level debit pelepasan dari waduk di hulu. Langkah ini penting untuk meningkatkan akurasi peringatan dini dan efektivitas evakuasi, sehingga mengurangi risiko terhadap aset publik, ekonomi lokal, dan keselamatan jiwa masyarakat di bantaran Bengawan Solo.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Pusat Pengendali Operasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur, BPBD
Lokasi: Wonogiri, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengawan Solo, Bojonegoro, Surabaya, Ngawi, Lamongan, Karangkates
Berita Terkait