Gunung api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah tiga kali mengalami erupsi dalam kurun waktu tujuh jam pada Selasa, 4 Agustus 2026. Aktivitas vulkanik yang dimonitor oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ini bermula pukul 00.29 Wita dengan kolom abu mencapai ketinggian 300 meter. Erupsi terakhir tercatat pada pukul 07.34 Wita dengan kolom abu kelabu setinggi 300 meter yang bergerak ke arah barat dan barat laut. Hingga saat ini, status gunung api tersebut tetap dipertahankan pada Level III atau Siaga oleh instansi teknis berwenang.
Penetapan Status Siaga dan Arahan Operasional Teritorial
Dalam kapasitasnya sebagai penanggung jawab mitigasi bencana geologi, PVMBG secara resmi mempertahankan status Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level III atau Siaga. Kebijakan ini diikuti dengan arahan operasional teritorial yang tegas bagi Pemerintah Kabupaten Flores Timur, yaitu larangan beraktivitas bagi masyarakat dan wisatawan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Protokol ini merupakan bagian dari standar manajemen krisis gunung api untuk meminimalkan risiko langsung terhadap keselamatan jiwa di wilayah administratif terkait. Pemerintah daerah diharapkan melakukan sosialisasi intensif dan penegakan batas zona berbahaya sebagai implementasi kebijakan keamanan dan ketertiban wilayah.
Pemetaan Kerawanan dan Arahan Kesiapsiagaan Wilayah
PVMBG telah mengidentifikasi sejumlah permukiman di lereng gunung api yang masuk dalam kategori wilayah dengan kewaspadaan tinggi terhadap potensi erupsi lanjutan dan ancaman ikutan seperti banjir lahar. Pemetaan kerawanan wilayah ini mencakup permukiman yang secara administratif berada dalam zona berisiko:
- Dulipali
- Padang Pasir
- Nobo
- Nurabelen
- Klatanlo
- Hokeng Jaya
- Boru
- Nawakote
Koordinasi antar-lembaga pemerintah terus diintensifkan untuk memantau dinamika erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Pemerintah Kabupaten Flores Timur, sebagai otoritas teritorial utama, secara aktif berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki dan PVMBG di pusat. Mekanisme koordinasi ini vital untuk memastikan aliran informasi real-time tentang perkembangan aktivitas vulkanik, yang menjadi dasar pengambilan keputusan evakuasi atau peningkatan status. Sinergi ini juga mendukung penyiapan logistik dan penempatan posko tanggap darurat bila diperlukan, sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan daerah dalam situasi darurat.
Sebagai catatan strategis untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur, situasi ini menguji kesiapan dan responsivitas sistem penanggulangan bencana di tingkat lokal. Rekomendasi operasional mencakup penguatan sistem peringatan dini berbasis masyarakat, penyiapan rute dan lokasi evakuasi yang terpetakan dengan jelas, serta integrasi data kerawanan wilayah ke dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan daerah jangka menengah. Kesiapsiagaan yang komprehensif menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah dan melindungi aset pembangunan daerah dari dampak bencana geologi.