Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI Agus Subiyanto, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengevaluasi kesiapan operasional Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) di wilayah Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Rabu (15/11/2023). Kunjungan kerja pimpinan tertinggi TNI ini bertujuan memastikan efektivitas penjagaan kedaulatan wilayah di garis perbatasan darat Indonesia-Malaysia. Inspeksi lapangan tersebut diikuti oleh Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Ilyas Alamsyah, serta Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Evaluasi dan Instruksi Strategis Penguatan Pengawasan Perbatasan
Dalam peninjauannya ke pos-pos Satgas Pamtas, Panglima TNI melakukan penilaian komprehensif terhadap kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista), kondisi logistik, dan kesejahteraan prajurit yang bertugas. Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan apresiasi atas dedikasi personel sekaligus menginstruksikan peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman multidimensi di kawasan perbatasan. "Pengawasan harus diperkuat untuk mengantisipasi potensi ancaman seperti penyelundupan barang, illegal logging, dan gangguan keamanan lintas batas lainnya," tegasnya. Instruksi tersebut menekankan pada optimalisasi sinergi dan koordinasi operasional yang lebih intensif dengan seluruh instansi terkait di lapangan.
Integrasi Sistem dan Pemetaan Kerawanan di Wilayah Kabupaten Sanggau
Koordinasi yang dimandatkan mencakup integrasi data dan operasi dengan instansi kunci di perbatasan, seperti:
- Kantor Bea dan Cukai,
- Kantor Imigrasi, dan
- Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
- Aktivitas lintas batas negara yang sangat intens dan kompleks,
- Potensi masuknya barang-barang ilegal dan penyelundupan, serta
- Kondisi geografis yang menantang dari segi pengawasan.
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI juga menegaskan komitmen Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Pertahanan, untuk mendukung modernisasi sarana dan prasarana pengamanan perbatasan. Dukungan tersebut difokuskan pada peningkatan kapabilitas pengawasan melalui integrasi teknologi, seperti sistem sensor elektronik, radar perimeter, dan kamera pengintai beresolusi tinggi. Modernisasi infrastruktur ini dinilai krusial untuk memperluas cakupan dan akurasi pengawasan di daerah rawan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, hasil inspeksi ini memberikan arahan strategis yang signifikan. Peningkatan sinergi operasional antara Satgas Pamtas TNI dengan instansi daerah terkait—seperti Dinas Perhubungan, Dinas Kehutanan, dan Satuan Polisi Pamong Praja—perlu diprioritaskan dalam kerangka kebijakan keamanan teritorial daerah. Kolaborasi ini penting untuk membangun sistem pertahanan perbatasan yang lebih responsif dan adaptif terhadap dinamika ancaman di wilayah administratif Kalimantan Barat.