|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Pemadaman karhutla di Kotim mulai diperkuat pengeboman air
Regional

Pemadaman karhutla di Kotim mulai diperkuat pengeboman air

Pemadaman karhutla di Kotim mulai diperkuat pengeboman air

Pemadaman karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, diperkuat dengan operasi water bombing oleh Satgas Udara BNPB, menyusul terdeteksinya empat titik panas di wilayah gambut. Operasi difokuskan di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, untuk mencegah perluasan kebakaran dan munculnya kabut asap.

Satuan Tugas Udara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan operasi water bombing untuk memperkuat upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Operasi udara ini dilaksanakan atas permintaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur dan dikelola melalui Pos Pendamping di Palangka Raya yang khusus menangani karhutla di Kalteng. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap peningkatan kerawanan kebakaran di wilayah gambut, yang berdampak pada kualitas udara dan ketahanan lingkungan.

Pemetaan Titik Api dan Fokus Operasi Udara

Operasi water bombing difokuskan pada lokasi karhutla di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, sebuah wilayah dengan karakteristik gambut tebal yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kebakaran berulang. Data pemantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit menunjukkan terdapat empat titik panas (hotspot) yang teridentifikasi melalui satelit. Titik-titik kerawanan tersebut tersebar di wilayah administratif sebagai berikut:

  • Tiga titik panas di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang
  • Satu titik panas di Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu

Identifikasi ini menjadi dasar penentuan prioritas zona operasi pemadaman udara untuk memastikan sumber daya dialokasikan secara efektif sesuai dengan tingkat ancaman.

Analisis Kerawanan dan Strategi Penanggulangan Teritorial

Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya kawasan gambut di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, telah lama dikategorikan sebagai wilayah rawan karhutla dalam peta kerawanan bencana Kalimantan Tengah. Sifat gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan secara total menjadikan pendekatan konvensional kurang optimal, sehingga intervensi udara melalui water bombing dipandang sebagai langkah strategis. Operasi ini tidak hanya bertujuan memadamkan titik api aktif, tetapi juga berfungsi sebagai upaya pencegahan (preventif) untuk membatasi perluasan areal kebakaran dan meminimalisir dampak lanjutan berupa kabut asap (haze). Munculnya kabut asap dapat mengganggu berbagai sektor vital daerah, mulai dari transportasi, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas perekonomian.

Koordinasi antara Satgas Udara BNPB dan BPBD Kotim menunjukkan pola kolaborasi vertikal yang diperlukan dalam penanganan bencana lintas wilayah. Keberadaan Pos Pendamping di Palangka Raya berperan sebagai simpul koordinasi dan pusat komando untuk mengonsolidasikan data, sumber daya, dan respons terhadap karhutla di seluruh Kalteng, termasuk Kotawaringin Timur.

Bagi pemerintah daerah, situasi ini menegaskan pentingnya penguatan sistem peringatan dini berbasis data satelit dan pemantauan lapangan. Integrasi data hotspot BMKG dengan peta zonasi kerawanan gambut daerah harus menjadi basis perencanaan kontinjensi. Rekomendasi strategis meliputi peningkatan kapasitas kesiapsiagaan pemadam kebakaran lokal, sosialisasi pengendalian lahan kepada masyarakat di sekitar area gambut, serta penyiapan infrastruktur penampungan air atau kanal yang dapat mendukung operasi pemadaman darurat, termasuk water bombing, di masa mendatang.

Berita Terkait