Regional
Cegah Bentrok Susulan, Polisi Bangun 2 Pos Penjagaan di Adonara Flores Timur
22 Juli 2026, 00:00
Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur
33 views
Pasca bentrokan mematikan antarwarga di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), aparat kepolisian membangun pos pengamanan untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut. Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra menegaskan bahwa konflik yang terjadi antara warga Desa Narasaosina dan warga Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, dipicu oleh persoalan batas wilayah yang telah berlangsung cukup lama. Peristiwa bentrokan pada Sabtu (18/7/2026) tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, lima orang terluka, serta 20 rumah terbakar.
Untuk menjaga situasi, Kepala Seksi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A. Kalelado, melaporkan bahwa dua pos pengamanan telah didirikan di kedua desa yang terlibat. Pos pertama berlokasi di Dusun Bele, Desa Waiburak, dan pos kedua berada di Lewonara, Desa Narasaosina. Sementara itu, pasukan Brimob BKO dari Maumere dalam keadaan siaga di wilayah Susteran. Upaya ini merupakan bagian dari pengamanan terpadu yang melibatkan Polri dan TNI guna memulihkan ketertiban dan rasa aman di wilayah tersebut.
Kapolres menyatakan bahwa proses penyelesaian konflik tidak dapat hanya mengandalkan pendekatan hukum semata, tetapi juga harus mengedepankan nilai-nilai adat dan budaya masyarakat setempat. Konflik ini dinilai memiliki akar sejarah panjang terkait klaim batas wilayah. Pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri terus berupaya mencari solusi permanen agar persoalan serupa tidak terulang kembali, dengan mengupayakan pendekatan humanis dan dialog antar tokoh adat serta masyarakat.
Entitas dalam Berita
Tokoh: Adhitya Octorio Putra, Eliezer A. Kalelado
Organisasi: Polri, TNI, Brimob
Lokasi: Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, NTT, Desa Narasaosina, Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Lewonara, Maumere, Susteran