|  Indonesia, WIB
Beranda Analisis Riset Universitas Riau: 93% Karhutla di Bengkalis Terjadi di Keda...
Analisis

Riset Universitas Riau: 93% Karhutla di Bengkalis Terjadi di Kedalaman Gambut Lebih dari 3 Meter

Riset Universitas Riau: 93% Karhutla di Bengkalis Terjadi di Kedalaman Gambut Lebih dari 3 Meter

Riset kolaborasi Universitas Riau dan Yamaguchi University memetakan bahwa 93,1% karhutla di Kabupaten Bengkalis, Riau, terjadi pada lahan gambut dengan kedalaman lebih dari 3 meter. Sub-KHG-5 di tenggara Pulau Bengkalis teridentifikasi sebagai episentrum kerawanan tertinggi, menyumbang 45,8% titik panas. Temuan ini menjadi dasar ilmiah untuk penajaman alokasi sumber daya dan kebijakan pencegahan karhutla berbasis hidrologi gambut dalam oleh pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, kini memiliki basis data ilmiah yang akurat untuk memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Riset kolaboratif Universitas Riau dan Yamaguchi University, Jepang, yang mengkaji data selama 20 tahun (2001–2020), mengonfirmasi bahwa 93,1% kejadian karhutla terkonsentrasi pada lahan gambut dengan kedalaman lebih dari 3 meter. Temuan ini memberikan peta pemetaan kerawanan spasial-temporal yang sangat spesifik, menetapkan zona gambut dalam sebagai prioritas utama bagi perencanaan kebijakan pemerintah daerah.

Pemetaan Spasial: Identifikasi Episentrum Kerawanan di Sub-KHG-5

Analisis spasial dari riset ini berhasil mengidentifikasi distribusi titik panas (hotspot) dengan presisi tinggi di Kabupaten Bengkalis. Hasilnya mengungkap pola kerawanan yang tidak merata, dengan Sub-Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)-5 di bagian tenggara Pulau Bengkalis teridentifikasi sebagai episentrum karhutla tertinggi. Kawasan ini menyumbang 1.074 titik panas atau 45,8% dari total akumulasi insiden dalam periode dua dekade. Identifikasi lokasi spesifik ini menjadi instrumen vital bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk mengalokasikan sumber daya pengawasan, patroli, dan penanganan darurat secara lebih efektif, terukur, dan berbasis bukti.

Analisis Temporal dan Indikator Kunci dalam Evaluasi Kebijakan

Riset ini tidak hanya memberikan gambaran spasial, tetapi juga analisis dinamika temporal yang krusial bagi evaluasi kebijakan pemerintah daerah. Pola yang terungkap menunjukkan fenomena recurrent fire atau kebakaran berulang di lokasi-lokasi yang sama, mengindikasikan kondisi lahan gambut yang telah terdegradasi secara kronis. Secara temporal, data mencatat tren penurunan signifikan luas areal terbakar pasca tahun 2015, yang berkorelasi dengan intensifikasi upaya restorasi ekosistem gambut di tingkat nasional dan daerah. Berdasarkan analisis komprehensif, indikator kerawanan utama yang teridentifikasi meliput:

  • Parameter Fisik Lahan: Kedalaman gambut lebih dari 3 meter.
  • Parameter Iklim Kritis: Curah hujan bulanan di bawah ambang 100 milimeter, sebagai pemicu langsung pengeringan material gambut dan peningkatan risiko penyalaan api.
  • Parameter Historis: Riwayat kebakaran sebelumnya pada suatu lokasi, yang menjadikannya zona rawan berulang (recurrent fire zone).

Kontekstualisasi temuan ini perlu ditempatkan dalam kerangka kebijakan pengelolaan gambut berkelanjutan serta Peraturan Daerah terkait pencegahan karhutla. Peta kerawanan berbasis riset ini menjadi dasar ilmiah yang kuat untuk memperkuat regulasi zonasi dan tata kelola lahan gambut dalam, khususnya di kawasan episentrum Sub-KHG-5.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis, temuan ini menggarisbawahi bahwa strategi pencegahan harus berfokus pada pengelolaan hidrologi gambut dalam dan sistem peringatan dini berbasis prediksi curah hujan. Rekomendasi strategis mencakup prioritas alokasi sumber daya pemadaman, patroli terpadu, dan program rewetting (pembasahan kembali) secara spesifik di kawasan episentrum yang telah teridentifikasi. Integrasi data pemetaan kerawanan ilmiah ini ke dalam sistem perencanaan dan penganggaran daerah merupakan langkah krusial untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi program pengendalian karhutla di wilayah tersebut.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Universitas Riau, Yamaguchi University
Lokasi: Bengkalis, Riau, Pulau Bengkalis, Sub-Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG)-5
Berita Terkait